Selasa, 04 Oktober 2011

SEJARAH PEMIKIRAN MANUSIA TENTANG TUHAN



PEMIKIRAN BARAT.

Yang dimaksud dengan konsep ketuhanan menurut pemikiran manusia adalah konsep yang didasarkan atas hasil pemikiran baik melalui pengalaman lahiriah maupun bathiniyah, baik yang bersipat penelitian rasional maupun pengalaman bathin, Dalam literature sejarah agama terkenal dengan teori evolusionisme, yaitu teori yang menyatakan adanya peruses dari kepercayaaan yang amat sederhana, lama kelamaan meningkat menjadi sempurna.teori tersebut mula-mula dikemukakan oleh Maxx Muller, kemudian Eb Taylor, Robertson smith, Lubbock dan jevens. Peruses pekembangan pemikiran tentang tuhan menurut teori evolusionisme adalah sebagai berikut :



1.   Dinamisme
Menurut paham ini manusia sejak jaman primitive telah mengakui adanya kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan kepada benda. Setiap benda mempunyai pengaruh kepada manusia ada yang pengaruh positif adapula yang pengaruh negative. Kekuatan yang ada pada benda disebut dengan nama yang berbeda-beda, seperti mana (Melanesia), tuah (melayu),  dan syakti (India). Mana adalah kekuatan yang gaib yang tidak dapat dilihat atau diindrakan dengan panca indra. Oleh karena itu dianggap sebagai suatu yang misterius. Miskipun mana tidak dapat diindrakan, tetapi dapat dirasakan pengaruhnya.

2.  Animisme
Disamping kepercayaan dinamisme, masyarakat primitive juga mempercayaai adanya roh dalam hidup. Oleh masyarakat primitive, roh dipercaya sebagai sesuatuyang aktif sekalipun bendanya telah mati. Roh dianggap sebagai sesuatu yang selalu hidup, mempunyai rasa senang, rasa tidak senang , serta mempunyai kebutuhan-kebutuhan. Roh akan senang apabila kebutuhannya dipenuhi. Menurut kepercayaan ini agar manusia tidak terkenan efek negative dari roh-roh tersebut, manusia harus menyediakan kebutuhan roh. Saji-sajian berdasarkan petuah dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh.

3.  Politheisme
Kepercayaan dinamisme dan animisme lama kelamaan tidak memberikan kepuasan, karena terlalu banyak yang menjadi sanjungan dan pujaan. Roh yang lebih dari yang lain, kemudian disebut dewa. Dewa mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya, ada yang membidang masalah air, dan ada yang membidang angin, dalan lain sebagainya.

4.  Henotheime
Politheisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadapkaum cendikiawan. Oleh karena itu dewa-dewa yang diakui di adakan seleksi, karena tidak mungkin. Lama kelamaan  kepercayaanmanusia menngkat mendi lebih deoenitif (tertentu). Stu bangsa hanya mengakui satu ( dewa yang disebut dengan tuhan. Namun manusia masih mengakui satu jiwa yang disebut dengan tuhan (illah) basa lain. Kepercayaan satu tuhan untuk satu bagnsa disebut dengan henotheisme.

5.  Monotheisme
Kepercayan dalam benuk henotheime melangkah menjadi mono theism. Dalam monotheisme hanya mengakui adanyasat tuhan untuk seluruh bangsa. Bentuk mono theism ditinjau dari filsafat ketuhanan terbagi menjadi tiga paham yairu deisme,pantheisme dan theisme. 

1 komentar: