Selasa, 04 Oktober 2011

IMPLEMENTASI IMAN DAN TAQWA


Dalam menegakan tauhid, seorang harus menyatukan iman dan amal, konsep dan pelaksanaan, fikiran dan perbuatan,serta teks dan konteks. Dengan demikian bertauhid adalah mengesakan tuhandalam pengertian yakin dan percaya kepada Allah melalui fikiran, membenarkan dalam hati, mengucap dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan. Oleh karena itu seseorang baru dinyatakan beriman dan bertaqwa, apabila sudah mengucapkan kalimat tauhid dalam syahadat asyahdu allailahaillallah kemudian diikuti dengan mengamalkan semua perintah Allah dan meninggalkan segala laranggannya.

PERANAN IMAN DAN TAQWA DALAM MENJAWAB PROBLEMA DAN TANTANGAN KEHIDUPAN MODERN

Pengaruh iman dalam kehidupan manusia sangat besar antara lain :

1.   Iman melenyapkan pada kekuasaan benda.
Orang yang beriman hanya percaya pada kekuatan dan kekuasaan Allah. Kalau Allah hendak memberikan pertolongan maka tidak ada satu kekuatanpun yang dapat mencegahnya . sebaliknya jika Allah hendak menimpakan bencana, maka tidak ada satu kekuatanpun yang sanggup menahan dan mencegahnya. Kepercayaan dan dan keyakinan demikian menghilangkan sifat mendewadewakan manusia yang kebetulan sedang memegang kekuasaan, menghilangkan kepercayaan pada kesaktian  benda benda keramat, mengikis kepercayaan pada khufarat, takhyul jampi-jampi dan sebagainya. Pegangan orang beriman adalah firman Allah firman Allah Surat Alfatihah/1:1-7
ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$# ÇÊÈ   ßôJysø9$# ¬! Å_Uu šúüÏJn=»yèø9$# ÇËÈ   Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$# ÇÌÈ   Å7Î=»tB ÏQöqtƒ ÉúïÏe$!$# ÇÍÈ   x$­ƒÎ) ßç7÷ètR y$­ƒÎ)ur ÚúüÏètGó¡nS ÇÎÈ   $tRÏ÷d$# xÞºuŽÅ_Ç9$# tLìÉ)tGó¡ßJø9$# ÇÏÈ   xÞºuŽÅÀ tûïÏ%©!$# |MôJyè÷Rr& öNÎgøn=tã ÎŽöxî ÅUqàÒøóyJø9$# óOÎgøn=tæ Ÿwur tûüÏj9!$žÒ9$# ÇÐÈ  
1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].
2. Segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4. Yang menguasai[4] di hari Pembalasan[5].
5. Hanya Engkaulah yang Kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan[7].
6. Tunjukilah[8] Kami jalan yang lurus,
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah Senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
[2] Alhamdu (segala puji). memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatannya yang baik. lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.
[3] Rabb (tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati yang Memiliki, mendidik dan Memelihara. Lafal Rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). 'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua alam-alam itu.
[4] Maalik (yang menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.
[5] Yaumiddin (hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.
[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
[7] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.
[9] Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

2.  Iman menanamkan semangat berani menghadapi maut.
Takut Menghadapi maut menyebabkan manusia menjadi pengecut. Banyak diantara manusia tidak berani mengemukakan kebenaran, karena takut menghadapi resiko. Orang beriman yakin sepenuhnya bahwa kematian ditangan Allah. Pegangan orang beriman mengenai soal hidup dan mati adalah firman Allah dalam surat An Nisa/4:78

$yJoY÷ƒr& (#qçRqä3s? ãNœ3.ÍôムÝVöqyJø9$# öqs9ur ÷LäêZä. Îû 8lrãç/ ;oy§t±B 3 bÎ)ur öNßgö6ÅÁè? ×puZ|¡ym (#qä9qà)tƒ ¾ÍnÉ»yd ô`ÏB ÏZÏã «!$# ( bÎ)ur öNßgö6ÅÁè? ×py¥ÍhŠy (#qä9qà)tƒ ¾ÍnÉ»yd ô`ÏB x8ÏZÏã 4 ö@è% @@ä. ô`ÏiB ÏZÏã «!$# ( ÉA$yJsù ÏäIwàs¯»yd ÏQöqs)ø9$# Ÿw tbrߊ%s3tƒ tbqßgs)øÿtƒ $ZVƒÏtn  
Artinya :Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan[10], mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) Hampir-hampir tidak memahami pembicaraan[11] sedikitpun?

[10] Kemenangan dalam peperangan atau rezki.
[11] Pelajaran dan nasehat-nasehat yang diberikan.




3.  Iman menanamkan sifat self help dalam kehidupan
Rizki atau mata pencarian memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Banyak orang yang menanggalkan pendiriannya , karena kepentingan penghidupannya, kadang kadang orang tidak segan-segan melepaskan perinsip,menjual kehormata, bermuka dua, menjilat dan memperbudak diri, karena kepentingan materi. Pegangan orang beriman dalam hal ini adalah firman Allah Surat Hud/11:6

* $tBur `ÏB 7p­/!#yŠ Îû ÇÚöF{$# žwÎ) n?tã «!$# $ygè%øÍ ÞOn=÷ètƒur $yd§s)tFó¡ãB $ygtãyŠöqtFó¡ãBur 4 @@ä. Îû 5=»tGÅ2 &ûüÎ7B  
Artinya ; Dan tidak ada suatu binatang melata[12] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya[13]. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

[12] Yang dimaksud binatang melata di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa.
[13] Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan tempat berdiam di sini ialah dunia dan tempat penyimpanan ialah akhirat. dan menurut sebagian ahli tafsir yang lain maksud tempat berdiam ialah tulang sulbi dan tempat penyimpanan ialah rahim.


4.  Iman memberi ketenteraman jiwa
Sering kali manusia dilanda resah dan duka serta digoncang oleh keraguan dan kebimbangan. Orang beriman mempunyai keseimbangan, hati tenteram (mutmainnah), jiwa yang tenang (sakinah) seperti dijelaskan dalam firman Allah surat Ar Ra’du/13:28

tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä ûÈõuKôÜs?ur Oßgç/qè=è% ̍ø.ÉÎ/ «!$# 3 Ÿwr& ̍ò2ÉÎ/ «!$# ûÈõyJôÜs? Ü>qè=à)ø9$#  
Artinya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Orang beriman tidak pernah ragu akan kenyakinan terhadap qadha dan qadar Allah. Dia mengetahui dan meyakini bahwa qadha’ dan qadar Allah telah tertulis didalam al kitab. Qadha adalah apa yang dapat dijangkau oleh kemauan manusia. Allah telah menciptakan manusia dengan dilengkapi nikmat berupa akal, qalbu,dan perasaan. Melalui potensi akal qalb, dan dengan perasaannya itu manusia dapat berbuat berbagai hal dalam batas kemampuan yang dianugrahkan Allah kepadanya. Diluar batas kemampuan manusia qadha dan qadar Allah yang berlaku. Orang yang hidup dalam lingkungan keimanan , hatinya selalu tenang dan pribadinya mantap. Allah member ketenangan dalam jiwanya dan ia selalu mendapat pertolongan serta kemenangan. Inilah nikmat yang dianugrahkan Allah kepada hambanya yang mukmin dan anugrah Allah berupa nur Ilahi yang diberikan kepada setiap hambanya yang dikehendakinya.

Orang mukmin mengetahui bahwa kematian adalah suatu kepastian. Oleh sebab itu ia tidak takut menghadapi kematian, bahkan ia menunggu kematian, kalau kematian tersebut merupakan keadan yang terbaik baginya. Hal ini diyakini sepenuhnya selama hidupnya. Keberanian selalu mendampingi hati seorang mukmin. Seorang mikmin yang dalam hidupnya menghadapi masalah , baik materi kejiwaan, atau yang lainnya ia akan selalu tabah dan khusnudhan kepada Allah.. kedekatannya kepada Allah  yakin dan tawakal kepada Allah, serta imannya akan qadha dan qadar Allah membuat beban tersebut menjadi ringan dalam keadaan yang seperi ini orang yang ber iman akan selalu sabardan taqarrub kepada Allah. Dia yakin bahwa Allah akan mengabulkan segala doanya, meneguhkan hatinya, dan memberikan kemenangan sebagai mana firman Allah dalam surat Arra’du/13:28

tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä ûÈõuKôÜs?ur Oßgç/qè=è% ̍ø.ÉÎ/ «!$# 3 Ÿwr& ̍ò2ÉÎ/ «!$# ûÈõyJôÜs? Ü>qè=à)ø9$#  
Artinya : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.




 alfath/48:4
uqèd üÏ%©!$# tAtRr& spoYÅ3¡¡9$# Îû É>qè=è% tûüÏZÏB÷sßJø9$# (#ÿrߊ#yŠ÷zÏ9 $YZ»yJƒÎ) yì¨B öNÍkÈ]»yJƒÎ) 3 ¬!ur ߊqãZã_ ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur 4 tb%x.ur ª!$# $¸JÎ=tã $VJÅ3ym  
Artinya : Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi[14] dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana,

[14] Yang dimaksud dengan tentara langit dan bumi ialah penolong yang dijadikan Allah untuk orang-orang mukmin seperti malaikat-malaikat, binatang-binatang, angin taufan dan sebagainya,

Apabila allah telah memberikan ketenangan dalam hati orang beriman hati akan menjadi mantap dan fikiran jernih

5.  Iman mewujudkan kehidupan yang baik
Kehidupan manusia yang baik adalah kehidupan orang yang selalu melakukan kebaikan, yang member manfaat. Sebagaimana yang disebutkan Allah dalam surat an-nahl/16:97

ô`tB Ÿ@ÏJtã $[sÎ=»|¹ `ÏiB @Ÿ2sŒ ÷rr& 4Ós\Ré& uqèdur Ö`ÏB÷sãB ¼çm¨ZtÍósãZn=sù Zo4quym Zpt6ÍhŠsÛ ( óOßg¨YtƒÌôfuZs9ur Nèdtô_r& Ç`|¡ômr'Î/ $tB (#qçR$Ÿ2 tbqè=yJ÷ètƒ ÇÒÐÈ  
Artinya :  Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[15] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

[15] Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.

6.  Iman melahirkan sikap ikhlas dan konsekwen
Iman member pengaruh pada seseorang untuk selalu berbuat yang ikhlas. Hanya keridhoan Allahlah yang selalu diharapkan. Orang beriman juga selalu konsekwen akan apa yang diikrarkannya. Ia senantiasa ingat akan firman Allah dalam surat Al-An’am/6:162
ö@è% ¨bÎ) ÎAŸx|¹ Å5Ý¡èSur y$uøtxCur ÎA$yJtBur ¬! Éb>u tûüÏHs>»yèø9$# ÇÊÏËÈ  
Artinya : Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

7.  Iman memberikan keberuntungan
Orang beriman selalu berjalan pada arah yang benar, karena Allah membimbing dan mengarahkan pada tujuan hidup yang sebenarnya. Dengan demikian , orang beriman adalah orang yang selalu memperoleh keberuntungan dalam hidupnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al Baqarah/2: 5

y7Í´¯»s9'ré& 4n?tã Wèd `ÏiB öNÎgÎn/§ ( y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÎÈ  
Artinya : Mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung[16].

[16] Ialah orang-orang yang mendapat apa-apa yang dimohonkannya kepada Allah sesudah mengusahakannya.

8.  Iman mencegah penyakit .
Iman mempengaruhi kondisi fisik dan mental seseorang. Semua gerak yang terjadi pada diri manusia, baik yang terjadi karena kemauan, seperti berbicara, maupun yang terjadi bukan karena kemauan, seperti gerak jantung, adalah reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh. Organtubuh yang melaksanakan proses bio kimia ini bekerja dibawah perintah hormone. Kerja bermacam-macam hormone diatur oleh hormone yang diproduksi oleh kelenjar hipofise yang terletak  disamping bawah otak. Keberhasilan kelenjar hipofise ditentukan oleh gen yang dibawa sejak lahir. Dalam hal ini, iman mampu mengatur hormone dan selanjutnya membentuk serak dan akhlak manusia.

Demikian pengaruh dan manfat iman pada kehidupan umat manusia. Iman bukan hanya sekedar kepercayaan yang ada dalam hati semata, tetapi menjadi kekuatan yang mendorong dan membentuk sikap perilaku hidup. Masyarakat yang anggotanya beriman, maka dalam masyarakat tersebut akan terwujud kehidupan social yang aman, tenteram, damai, dan sejahtera.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar