Rabu, 05 Oktober 2011

MARTABAT MANUSIA


Manusia tidak berbeda dengan binatang dalam hal fungsi tubuh dan fisiologisnya. Fungsi kebinatangan ditentukan oleh naluri, pola-pola tingkah laku yang khas, yang ada gilirannya ditentukan oleh struktur syaraf bawaan. Semakin tinggi tingkat perkembangan binatang, semakin fleksibel pola tindakannya. Pada primate ( bangsa monyet ) yang lebih tinggi dapat ditemukan inteligensi, yaitu penggunaan fikiran guna mencapai  tujuan yang diinginkan , sehingga memungkinkan binatang  melampaui pola kelakuan yang telah digariskan secara naluri. Namun setinggi-tingginya perkembangan binatang, elemen-elemen dasar eksistensinya yang tertentu masih tetap sama. Manusia pada hakikatnya sama saja dengan makhluk hidup lainnya, yaitu memiliki hasrat dan tujuan. Ia berjuang untuk meraih tujuannya dengan didukung pengetahuan dan kesadaran . Perbedaan diantara keduanya terletak pada dimensi pengetahuan, kesadaran, dan tingkat tujuan. Di sinilah letak kelebihan dan keunggulan yang dimiliki manusia dibanding dengan makhluk lain.
Manusia sebagai salah satu makhluk  yang hidup di muka bumi merupakan  makhluk yang memiliki karakter paling unik. Manusia secara fisik tidak begitu berbeda dengan binatang. Sehingga para pemikir menyamakan dengan binatang. Letak perbedaan utama antara manusia dengan makhluk lainnya adalah dalam kemampuannya melahirkan kebudayaan. Kebudayaan hanya dimiliki oleh manusia, sedangkan binatang hanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang bersifat instingtif. Dibanding makhluk lainnya, manusia juga memiliki kelebihan dalam hal kemampuan bergerak dalam ruang apapun, baik di udara, darat, dan laut. Sedangkan binatang hanya mampu bergerak dalam ruang yang terbatas. Walaupun ada binatang yang mampu bergerak di darat dan di air (laut), namun tetap memiliki keterbatasan dan tidak dapat melampaui manusia. Mengenai kelebihan manusia atas makhluk lainnya dijelaskan dalam QS. 17 (al-Isra’) : 70.
* ôs)s9ur $oYøB§x. ûÓÍ_t/ tPyŠ#uä öNßg»oYù=uHxqur Îû ÎhŽy9ø9$# ̍óst7ø9$#ur Nßg»oYø%yuur šÆÏiB ÏM»t7ÍhŠ©Ü9$# óOßg»uZù=žÒsùur 4n?tã 9ŽÏVŸ2 ô`£JÏiB $oYø)n=yz WxŠÅÒøÿs?  
Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[4], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

[4] Maksudnya: Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutan-pengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan.

Di samping itu, manusia diberi akal fikiran dan qalb, sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah, berupa Al Qur’an. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. Allah menciptakan manusia dalam keadaan yang sebaik-baiknya ( QS. 95: al-Tiin : 4 )
ôs)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þÎû Ç`|¡ômr& 5OƒÈqø)s?  
Artinya : Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
Manusia bermartabat mulia, kalau mereka sebagai khalifah Allah tetap hidup berdasarkan  ajaran Allah seperti disebutkan dalam QS. 6 (al-An’am) : 165.
uqèdur Ï%©!$# öNà6n=yèy_ y#Í´¯»n=yz ÇÚöF{$# yìsùuur öNä3ŸÒ÷èt/ s-öqsù <Ù÷èt/ ;M»y_uyŠ öNä.uqè=ö7uŠÏj9 Îû !$tB ö/ä38s?#uä 3 ¨bÎ) y7­/u ßìƒÎŽ|  É>$s)Ïèø9$# ¼çm¯RÎ)ur Öqàÿtós9 7LìÏm§  
Artinya : Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Oleh karena itu manusia akan selalu mulia dan dilebihkan dari makhluk lainnya sepanjang tetap memanfaatkan potensinya itu untuk mempertahankan kemuliaannya.
Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang sangat berbeda dengan makhluk lainnya di alam semesta ini. Ia memiliki karakter yang khas, bahkan dibandingkan dengan makhluk lain yang paling mirip sekalipun. Kekhasan inilah yang menurut Al Qur’an menyebabkan adanya konsekuensi kemanusiaan, diantaranya adalah kesadaran, tanggung jawab, dan pembalasan. Diantara karakteristik manusia adalah :
a. Aspek Kreasi
Apapun yang ada dalam tubuh manusia sudah dirakit dalam suatu tatanan yang terbaik dan sempurna. Hal ini bisa dibandingkan dengan makhluk lain dalam aspek penciptaannya. Mungkin banyak kesamaannya, tetapi tangan manusia lebih fungsional dari tangan simpanse, demikian pula organ-organ lainnya.
b. Aspek Ilmu
Hanya manusia yang punya kemampuan memahami lebih jauh hakikat alam semesta ini. Pengetahuan hewan hanya terbatas pada naluri dasar yang tidak bisa dikembangkan melalui pendidikan dan pengajaran. Manusia menciptakan kebudayaan dan peradaban yang terus berkembang.


c. Aspek Kehendak
Manusia memiliki kehendak yang menyebabkan bisa mengadakan pilihan dalam hidupnya. Makhluk lain hidup dalam satu pola yang telah baku dan tak akan pernah berubah . Para malaikat yang mulia tak akan pernah menjadi makhluk yang sombong atau maksiat.
d.     Aspek Akhlak
Manusia adalah makhluk yang dapat dibentuk akhlaknya. Ada manusia yang sebelumnya baik, tetapi karena pengaruh lingkungan tertentu dapat menjadi penjahat, demikian pula sebaliknya. Oleh sebab itu lembaga pendidikan diperlukan untuk mengarahkan kehidupan generasi yang akan datang agar lebih baik.
Jika manusia hidup dengan ilmu selain Allah, maka manusia tidak dapat mempertahankan martabatnya yang mulia. Dalam keadaan demikian, manusia disamakan dengan binatang. Mereka itu seperti binatang ( ulaaika kal an’am ), bahkan lebih buruk lagi dari binatang ( bal hum adhad ). Dalam keadaan demikian, martabat manusia menjadi rendah seperti dijelaskan dalam QS. 95 (al-Tiin) : 4.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar